Monday, June 17, 2019

CERPEN MINGGU KE 11





(1.) Pada masa saya masih bayi, saya di asuh oleh nenek dari ibu saya, beliau sangat sayang kepada saya. Beranjak pada umur 2-3 tahun saya baru bisa berbicara, dan yang lucunya pada saat saya baru bisa ngomong saya selalu memanggil ayah dan ibuku dengan diawali kata “mbek”, jadi mbek bapak atau mbek ibu. Itu kata dari nenek saya, saya sendiri juga tidak tahu apa sebabnya, mungkin karena dengar dari suara kambing dibelakang rumah bapak, saya juga tidak tahu sampai sekarang.

Setelah saya berumur 6 tahun, saya masuk sekolah TK (Tama Kanak-kanak), waktu TK saya sangat pendiam dan selalu mengalah, dan waktu TK saya sangat senang dengan pelajaran menggambar dan berhitung. Pada masa-masa TK saya sudah mandiri,,artinya berangkat dari rumah ke TK sendiri tanpa diantar orang tua seperti anak-anak lainnya, saya tidak pernah menangis seperti teman-teman yang lainnya.

Setelah melewati masa-masa TK, saya lanjut ke MI (Madrasah Ibtidaiyyah) pada umur 7 tahun, waktu itu saya sudah bisa membaca, jadi pada saat pelajaran membaca, saya tidak pernah disuruh maju kedepan kelas untuk membaca seperti teman-teman yang lainnya, dan itu membuat saya salah sangka pada guru saya, saya mengira kalau guru saya tidak menganggap saya, sampai akhirnya saya tidak mau sekolah lagi.

Ketika saya berumur 10 tahun atau pada saat kelas 4 MI, saya sering memperhatikan sepupu saya yang sedang membuat dekorasi Pengajian, saya selalu memperhatikan dan selalu bertanya apa nama alat yang sedang dipegangnya, apa fungsinya, hingga saya merasa sangat ingin untuk mencoba membuat dekorasi pengajian dan akhirnya saya diajarkan oleh sepupu saya pada kelas 1 MTS untuk membuat dekorasi pengajian sampai saya bisa membuat sendiri

Pada saat saya kelas 2 MTS saya mulai tertarik dengan pelajaran agma, karena sepupu saya dari peasntren, kebetulan sepupu saya juga lumayan pintar masalah ilmu agama, saya pun banyak bertanya-tanya tentang ilmu agama kepada beliau sampai saat ini.

Pada saat kelas 3 MTS saya agak bingung untuk melanjutkan ke sekolah mana yang seharusnya saya pilih, tapi pada saat itu saya memutuskan untuk tidak sekolah dan memilih untuk mondok di pesantren selama 4 tahun tepatnnya di kajen pondok pesantren maslakul huda putra yang dipengasuhi KH. Sahal Mahfudz untuk belajar ilmu agama. Sampai pada akhirnya saya tidak betah dipesantren karena terlalu banyak hafalannya dan makannya hanya tahu dan tempe serta terong itupun tidak ada rasanya manis atau pedas, pada akhirnya saya memutuskan untuk kembali lagi kerumah dan melanjutkan sekolah, pada waktu itu pun saya masih bingung untuk sekolah dimana dan pada akhirnya saya memutuskan untuk sekolah MA.

Wahid Hasyim Bangsri jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, disini saya sangat banyak mendapatkan pelajaran baru dan pendidikan, terutama pendidikan tentang kehidupan yang belum tentu dirasakan oleh anak MA lainnya, karena disini saya mulai belajar ilmu umum tapi ada juga ilmu agamanya, dan ini membuat saya lebih mengerti kalau menuntut ilmu itu tidak hanya ilmu agama saja tapi juga ilmu umum dan disini saya memiliki teman baru yang sangat baik serta solidaritas sangat erat dalam mencari ilmu bersama sama, karena susah senang kami selalu bersama. Itulah yang saya rasakan selama 3 tahun. Setelah dipenghujung masa MA saya ingin sekali kuliah dengan jurusan Dakwah dan Komunikasi, karena saya sangat penasaran dengan Dakwah dan Komunikasi, selain itu juga saya ingin menjadi seorang guru.

Tetapi disamping itu juga saya ingin kuliah dengan jurusan Pendidikan Agama Islam, karena saya bercita-cita ingin menjadi guru agar ilmu yang sudah saya dapatkan dari guru-guru saya dapat bermanfaat untuk orang lain. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Dakwah dan Komunikasi dan orang tua saya sangat setuju dengan keputusan saya, karena orang tua saya lebih menyarankan saya untuk mengambil jurusan Dakwah dan Komunikasi, walaupun orang tua saya tidak menuntut harus mengambil jurusan itu, artinya orang tua saya memberi kebebasan pada saya. Sebenarnya saya juga ingin masuk di jurusan Pendidikan Agama Islam, tetapi orang tua saya kurang setuju dengan itu, dan saya pun menurutinya.

Pada akhirnya saya kuliah di Universitas Islam Nahdlatul Ulama’ Jepara dengan jurusan Dakwah dan Komunikasi melalui jalur umum yang diseleksi melalui tes dari dari Universitas Islam Nahdlatul Ulama’. Dan pada akhirnya saya diterima difakultas yang saya inginkan.

Mungkin hanya itu kisah singkat hidup saya dari kecil hingga saat ini.



(2.) Hai kawan kawan, sekarang, aku mau certain liburan semester di rumah. Minggu pertama liburan, kegiatanya itu itu aja. Pagi pagi lari pagi, terus sarapan dan main komputer, biasanya game online sampai jam 10, mandi deh. Abis mandi, main lagi sampai siangan, terus Sholat Dzuhur dan Makan siang. Sorenya masih main, terus jam 4 ngaji sama guru ngaji yang datang di rumah, terus sholat aashar, Jam 5 mandi. Abis mandi main lagi sampai maghrib. Biasanya disuruh sholat maghrib di masjid sama ibu. Abis sholat maghrib main terus makan malam, dan sholat isya di mesjid lagi. Abis isya kalo nggak main, nonton TV, apalagi kalo ada siaran bola sampai malam. Kalo udah jam 11 malem, baru deh disuruh tidur.
           
Besoknya, hari selasa kegiatanya agak beda. Soalnya abis sarapan diajak pergi sama mama ke Grand Bekasi Mall di bekasi. Di mall sih Cuma nemenin adek main di timezone sama temenin mama belanja, Cape juga sih, soalnya adek aku ribut dan energetic banget.  Abis itu makan dan pulang. Abis pulang, main computer lagi dan ngerjain kegiatan kaya kemarin.
           
Besoknya, hari rabu kegiatanya sama, Cuma malemnya diajakin pergi lagi ke Buaran plaza, Cuma nemenin belanja di carefour, terus makan dan pulang. Abis pulang, main sampai malem terus tidur.
            
Hari Kamis dan Jum’at kegiatanya buasa, Bedanya hari Jum’at ada pengambilan raport. Aku sih ga ikut, cumin papa aku.  Pas malem, papa pulang sambil bawa raport, pas diliat raportnya lumayan. Rata-ratanya juga bagus sih, 88,3.          
           
Hari sabtu dan minggunya, di rumah. Sabtu sore, saudara dari papa dateng. Aku sih tetep main, baru pas disuruh mama salaman baru diajak ngobrol. Abis sodara pulang, main lagi. Hari minggunya kegiatanya sama seperti kemarin kemarin. Yang beda, pagi paginya temen SD dateng. Biasa, pas temen dateng ya main game bareng sampai siang. Siangnya, kira kira jam 2 dia pulang. Sebenernya, aku  bingung masuknya tanggal 2 atau 9, jadi nanya temen temen lewat FB. Liburan di rumah minggu pertama menurut aku sih ga terlalu boring, karena kadang kadang jalan jalan, sama game komputer aku juga seru.
             
Minggu kedua, ga terlalu beda sama minggu sebelumnya sih, cuma hari kamis
agak spesial buat aku, abisnya pas lagi jalan jalan ke Metropolitan Mall ditawarin beli lappy baru sama papa. Dari dulu emang udah kepengin, cuma baru dibeliin sekarang. Terus ya abis itu seperti biasa, main sampai malem. Hari minggunya agak bingung, di FB temen temen pada bilang hari senin libur. Daripada ragu-ragu berangkat atau nggak, pagginya papa nelpon wali kelas aku, Pak Yusuf. Ternyata beneran seninnya libur, jadi bisa santai sehari lagi. Ya itu sedikit cerita tentang pengalaman liburan di rumah, ga terlalu bĂȘte menurut aku.

(3.) Bulan yang Agustus adalah bulan yang meriah di Indonesia. Karena pada bulan ini, hampir sebulan penuh, warga masyarakat di Indonesia mempersiapkan peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Sejak awal bulan, rapat-rapat mengenai penyelenggaraan telah diadakan dan pelaksanaannya pun dapat hingga akhir bulan.

Di kampung saya, pada hari Minggu pagi di awal bulan Agustus, para remaja dan bapak-bapak telah berkumpul di Balai RW, membagi tugas untuk membersihkan, merapikan, serta menghias kampung. Ada yang merapikan pepohonan di sepanjang jalan utama, ada yang memasang umbul-umbul, ada yang memasang hiasan yang digantung di sepanjang gang, dan ada pula yang mengecat gapura.

Pada sore hari, anak-anak di kampung saya bersiap-siap mengikuti perlombaan yang diadakan oleh para remaja. Dari lomba makan kerupuk, memasukkan kelereng, memasang ekor hewan, dan mewarnai untuk anak-anak TK. Ibu-ibunya pun tidak tinggal diam saja. Ada lomba memasak dan memasang riasan wajah tanpa cermin. Suasana sore sangat meriah di kampung saya.

Pada malam tirakatan, semua warga berkumpul di balai RW. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mendengarkan cerita-cerita perjuangan dari para pejuang yang diundang untuk hadir. Acaranya tidak lama. Setelah itu, beberapa orang masih berada di Balai RW. Mereka bernyanyi-nyanyi hingga tengah malam. Sungguh, dari sekian banyak acara yang menarik, hanya acara ini yang tidak saya sukai. Karena mengganggu ketenangan di malam hari.

Puncak acara adalah pada hari Minggu setelah tirakatan. Semua warga berkumpul untuk mengadakan jalan sehat. Dan kemudian, warga mendirikan panggung di dekat Balai RW. Pada malam hari diadakan pentas seni dan pembagian hadiah dari lomba-lomba yang telah diadakan. Acaranya pun kadang berlangsung hingga pagi. Biasanya saya mengungsi ke rumah saudara apabila ada PR atau ulangan keesokan harinya.

Banyak cara bagi warga masyarakat untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Pasti ada ide-ide baru yang dilakukan pada setiap tahunnya. Sangat menyenangkan perayaan peringatan hari kemerdekaan di kampung saya. Semoga ke depannya, ada aturan yang mengatur pelaksanaan perayaan in, agar tidak mengganggu warga masyarakat yang keesokan harinya masih ada kegiatan lainnya.


No comments:

Post a Comment